Bagi-bagi Kartu Pers

May 5, 2009

WARTAWAN/REPORTER.

Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang agrobisnis yang sedang berkembang, Agromas membutuhkan 2 orang (1 pria, 1 wanita) dengan posisi: reporter/wartawan. Mengingat sangat vitalnya peran media.

Adapun syarat-syaratnya adalah:

# Pria/wanita, mahasiswa tahun ke-2 s/d tingkat akhir

# Umur max 23 tahun

# Domisili DI. Yogyakarta

# Memiliki SIM C dan kendaraan sendiri

# Sanggup bekerja dalam tim

Anda memenuhi syarat tersebut?

Segera kirim CV ke: Agromas Jl. Kaliurang Km. 8,5, Jaban No. 57, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta – Indonesia Mobile:08121557665(Anto).

Keuntungan:

# Menambah networking dan silaturrohim

# Memperoleh pelatihan gratis  jurnalistik

# Memperoleh kartu pers dan kartu nama

# Memperoleh tambahan income

#  Memperoleh tambahan pengalaman dan iptek,

# dan masih banyak lagi.

Paling lambat 1 bulan setelah pengumuman ini dimuat.

Seleksi: 6 Juni 2009 di kantor Agromas., pukul: 09-11.30 wib.

Setelah lolos seleksi, Anda langsung berhak kartu pers dan kartu nama, serta ikut diklat jurnalistik (FREE).

BURUANNNNNN…………..!

by Kak Anto

Di suatu perdesaan
Tinggalah si Jago dengan keluarganya.
Mereka saling mencintai dan menyayangi.

Si Jago yang tampan sangat disayang oleh ayahnya.
Begitu juga Kakak Keempat sayang kepada adiknya, si Jago.
Hal ini membuat iri Ketiga kakaknya.

Hingga pada suatu sore.
Semua kakak si Jago berkumpul.
Mereka sepertinya merencanakan sesuatu.

“Bagaimana kalau kita….,”seru Kakak Pertama.
“Sssssst….jangan keras-keras, nanti Ayah dengar, “kata Kakak Kedua lirih.
Wissss…..wiisssssss..…wesssss…wessss…..
Mereka berempat saling berbisik.

“Oh, iya aku setuju…!, “teriak Kakak Ketiga.
Tapi, Kakak keempat agak cemberut, dan berkata:
“Ihh…kalian jahat, kan kasihan si Jago, “.
Memang diantara Kakak-kakak si Jago yang lain,
Kakak urutan empat ini sangat sayang kepada si Jago.
“Yee…ya sana sama si Jago, kalau engga’ mau ikut, “ucap Kakak Pertama.
Iya…sana …pergi…pergi….! teriak yang lain ramai.

Segera Kakak Keempat berlari ke rumah.
Si Jago sedang asik makan jagung masakan ibunya.
Melihat Kakaknya masuk ke rumah tanpa permisi, lantas si Jago bertanya, “Ada apa Kak, kok ngos-ngosan gitu,”tanya si Jago.
“Sebaiknya kamu sembunyi saja, Go!, “jawab Kakak Keempat sambil menggandeng tangan si Jago masuk ke dalam kamar.

Lantas mereka berdua berpikir.
Setelah cukup lama berpikir,
Akhirnya diputuskan si Jago harus sembunyi di dalam almari baju.
“Semoga kamu aman di situ, Go, “ujar Kakak Keempat.
Bibir Kakak Keempat komat-kamit memanjatkan do’a kepada Yang Mahaesa.

Si Jago pun tak lupa membaca do’a memohon keselamatan, dari ancaman Ketiga kakaknya, “Ya ALLOH, lindungilah hamba-MU ini dari kejahatan Kakak-kakak hamba yang lupa diri.,”ujarnya.
Berikankanlah jalan kebenaran kepada mereka, Ya ALLOH!, “ ucap si Jago.

Sementara itu, di ruangan depan, terjadi keributan. Ketiga Kakaknya menuduh adiknyalah yang menyembunyikan si Jago. Sedangkan Kakak Keempat tak mau mengaku dimana si Jago berada.

“Ada apa ini ribit-ribut “ tanya ayah.
“Kami mau mengajak si Jago piknik ke taman, Yah, “ujar Kakak kedua.
“Tapi Kakak keempat curiga kami berniat jahat
kepada si Jago, “tambah Kakak pertama.
“Mereka berniat jahat, Yah, “kata Kakak keempat.
“Bohong tuh, Yah. Justru dia yang jahat, Yah,”ujar Kakak Pertama..
“Iya benar, Yah. Dia yang menyembuyikan si Jago, “ucap Kakak Ketiga
Sekarang si Jago entah dimana, kami engga’ tahu, Yah, “imbuh Kakak kedua.

“Lah bagaimana kok bisa sembunyi segala. Emangnya adik kamu si Jago mau kalian apain?, “kali ini Ayah menyelidik.

oleh: AM Ryanto

Yang Sepet Yang Usir Diabet

Rebusan kulit salak dipercaya bisa mengusir diabet. Pisang kepok pun diyakini mengurangi penyakit DM.

R Broto Sudibyo, herbalis di Yogyakarta, menduga sifat pahit dan sepet kulit salak, terutama yang lokal, yang berperan menetralisir gula darah. Hal ini sesuai dengan pakem pengobatan tradisonal, bahwa penyakit diabetes yang disifatkan manis cocok diobati dengan herbal bersifat pahit an sepet. Tentunya akan lebih berkhasiat jika ramuan rebusan kulit salaknya dikombinasikan dengan sambiloto, pule, dan kulit pohon duwet.

Sedangkan pisang kepok, terutama yang sudah mangkal dan direbus, berperan untuk menggantikan nasi yang memiliki kadar karbohidrat tinggi. Plus kombinasikan dengan sayuran kacang panjang dan jus kecambah.

Meraup Untung di Tanah Bergunung

Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, DIY memiliki karakter tanah yang bergunung-gunung. Sehingga tak sedikit yang mengalami kesulitan air, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk kepentingan usaha, seperti perikanan dan pertanian. Meskipun begitu, masyarakat Nanggulan tak lantas menyerah kalah dengan keadaan pahit tersebut.

Maka terbitlah usaha perikanan yang sudah berjalan sekian tahun. Dan hasil yang diperoleh pun menguntungkan, bahkan kini wilayah tersebut menjadi percontohan se-Kabupaten Kulonprogo dalam rangka mengentaskan kemiskinan di lahan marjinal/pegunungan.

Keberhasilan tersebut, tak bisa dipungkiri, sedikit banyak berkat bimbingan penyuluh lapang dari Suri Tani Pemuka.

Ada Naga di Kandang Domba

Agrowisata ini terletak di tengah perjalanan dari Kota Jogja menuju lokawisata Kaliurang, tepatnya di Jl. Kaliurang Km 9. Tempat ini mengunggulkan wisata kebun buah naga, yang masih jarang dijumpai di DIY.

Selain dragon fuit, tempat ini juga sebagai lumbung ternak, seperti kambing, domba, sapi, dan kelinci. Bersama sapi dan kambing, domba menjadi andalan saat idul Qurban tiba. Untuk urusan aqiqoh pun domba lebih disuka.

Maka saban hari, utamanya hari libur, kebun wisata ini tak pernah sepi dari pengunjung, baik kalangan pelajar, mahasiswa, pejabat, dalam dan luar DIY, karena kebun ini sudah masuk dalam paket wisata andalan Sleman dan DIY.

Raih Untung Dengan Ayam Kampung

Populasi ayam kampung makin hari makin sedikit. Apalagi setelah wabah AI menyerang, pasokan ayam Jawa ini kian surut. Resto-resto penyedia menu masakan native hicken ini pun dibuat kelabakan akibat kekurangan pasok.

Meskipun back yard system masih ada, namun kecenderungannya kian susut. Yang serius beternak pun tidak banyak. Salah duanya adalah Pardiyono dan Fajar. Dengan kepiawaiannya, mereka tak bisa dipandang sebelah mata. Kala yang lain lunglai, justru keduanya kian moncer. Bahkan di kancah DIY, kedunya adalah para jagoan.

oleh: Bambang Priyanto, FTP UGM

Negara kita, Indonesia, memiliki penduduk lebih dari 210 juta jiwa, sebenarnya jumlah ini sangat potensial untuk Indonesia sebagai Negara penyedia tenaga kerja. Terlebih lagi sebagian besar penduduk Indonesia berada pada usai produktif, sekitar 60 % dari total jumlah penduduk yang ada. Tapi sungguh ironis, karena ternyata sebagian penduduk yang berada dalam usia produktif tersebut berada dalam lingkaran yang mengerikan yang bernama pengangguran, baik pengangguran terbuka maupun setengah terbuka. Kondisi ini makin diperparah dengan terjadinya krisis global yang melanda dunia. Krisis yang dimulai dari Negara adi kuasa Amerika Serikat dan mulai menyebar ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Krisis ini memicu timbulnya pemutusan hubungan kerja secara massal diberbagai perusahaan. Dan kondisi ini hampir sama dengan kondisi ketika Indonesia terkena krisis moneter pada tahun 1997, hanya saja kondisi yang sekarang sedikit lebih baik jika dibandingkan kondisi 12 tahun silam.

Indonesia dengan laju pertambahan angkatan kerja baru yang mencapai 1,9 juta orang setiap tahunnya menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah yang harus menyediakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Para pemuda yang tidak bekerja ini pastinya akan mempunyai beberapa efek negatif khususnya bagi orang itu sendiri, dan umumnya bagi Negara (Indonesia). Banyak timbulnya pencurian, perampokan, penodongan dan tindakan kriminal lain salah satunya dipicu karena banyaknya jumlah pengangguran yang ada. Lapangan pekerjaan yang ada ternyata belum dapat menyerap potensi tenaga kerja yang terlalu besar ini. Pendidikan yang didapatpun ternyata masih kurang membantu seseorang di negeri ini untuk lebih mudah mendapatkan suatu pekerjaan. Pasalnya jika dilihat lebih mendalam, ternyata banyak terdapat pengangguran terdidik di negeri ini. Para pekerja dari lulusan SD atau tidak lulus SD cenderung lebih mudah mendapatkan pekerjaan jika dibandingkan dengan lulusan SMA ataupun lulusan perguruan tinggi. Kondisi ini lebih dikarenakan para lulusan SD tersebut mau bekerja sebagai pekerja serabutan atau bahkan menjadi TKI yang bekerja lebih mengandalkan kekuatan otot. Tetapi para lulusan SMA atau bahkan perguruan tinggi mereka lebih sulit mendapatkan pekerjaan karena mereka lebih selektif dalam mencari pekerjaan.

Ditengah kondisi yang kurang mendukung.seperti sekarang, ini lulusan SMA dan perguruan tinggi tersebut lebih memilih menganggur dibanding bekerja serabutan. Kondisi ini menandakan bahwa ada sesuatu yang salah pada sistem pendidikan yang dijalankan di negeri ini, karena setiap lulusan dari jenjang pendidikan yang ada ternyata belum bisa langsung dipakai oleh industri dan karena pada sistem pendidikan kita masih kurang adanya sistem pendidikan yang mengajarkan mengenai keterampilan atau pendidikan tentang kewirausahaan, sehingga setiap lulusan harus menggantungkan pada lowongan pekerjaan yang hanya sesekali ditawarkan oleh perusahaan.

Sebenarnya pemerintah Indonesia sudah merespon keadaan ini, yaitu salah satu contohnya akhir-akhir ini pemerintah Indonesia telah membuka lowongan pekerjaan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil bagi seluruh warga masyarakat. Memang cara ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada. Tetapi ternyata yang belum terserap dan masih menjadi pengangguran jumlahnya masih terlalu banyak. Lulusan-lulusan baru yang terus muncul disetiap tahunnya menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah Indonesia. Karena kebanyakan lulusan yang ada ternyata berasal dari pendidikan yang kurang aplikatif untuk langsung terjun ke dunia kerja. Perlu dilakukan suatu perubahan dalam sistem pendidikan untuk upaya ini. Langkah lain yang telah ditempuh pemerintah, terutama dalam menghadapi krisis dunia ini yaitu dengan cara mempercepat pembangunan di sektor riil dan pembangunan infrastruktur dengan tujuan agar lebih bisa menyerap tenaga kerja baru dan dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Tetapi upaya tersebut juga belum mampu mengurangi jumlah pengangguran secara signifikan.

Untuk mengatasi masalah yang seperti ini diperlukan berbagai langkah baik yang bersifat pencegahan maupun yang bersifat penanggulangan. Salah satu langkah yang dapat dilaksanakan pemerintah adalah dengan membuka program-program kursus keahlian gratis atau bantuan kepada para pemuda untuk dapat memperoleh pendidikan keahlian. Ini dapat dilaksanakan dengan lebih memberdayakan Balai Lapangan Kerja yang jumlahnya melebihi angka seratus di seluruh Indonesia. Jika program ini dapat terlaksana secara optimal, maka para pekerja muda setidaknya sudah mendapatkan bekal untuk menjalani hidup dan tidak selalu bergantung pada perusahaan, tetapi mereka dapat membuka usaha sendiri dengan mengandalkan keahlian yang telah mereka peroleh.

Langkah lain yang dapat dilaksanakn pemerintah adalah dengan menggunakan APBN maupun APBD yang sekarang ini 20 persennya dialokasikan untuk pendidikan digunakan sebagian untuk membiayai pendidikan nonformal, karena dalam dunia pendidikan formal, ternyata lulusan yang dihasilkan banyak yang belum atau bahkan tidak memiliki keterampilan untuk bekerja. Pendidikan nonformal yang dilakukan adalah seperti kursus keahlian menjahit, pertukangan, otomotif, komputer, ataupun pelatihan-pelatihan yang akan membekali pemuda dengan berbagai keahlian untuk menjalankan wirausaha. Dunia kerja sekarang yang semakin kompetitif mensyaratkan kepada para pencari kerja untuk memiliki keahlian spesifik untuk dapat diandalkan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah terutama pemerintah daerah yang tahu betul kondisi yang ada di daerah.

Upaya ini harus dilaksanakan dengan serius karena dapat kita ketahui bahwa jumlah pengangguran terdidik di negeri ini cukup besar. Bicara mengenai pengangguran maka ada sebuah fenomena menarik yang perlu direnungkan yaitu masalah pengangguran terdidik di Indonesia. Berdasarkan Sakernas (Survai Angkatan Kerja Nasional 2006) penganggur terbuka di Indonesia (mereka yang sama sekali tidak bekerja) menurut tingkat pendidikannya sebagian besar adalah lulusan SMU sebesar 36 persen dan mengalahkan mereka yang lulusan SD sebesar 32,74 persen. Artinya ini memecahkan fakta selama ini bahwa penganggur di Indonesia sebagian besar adalah karena faktor pendidikan yang rendah yaitu mereka yang hanya maksimal lulusan SD. Fakta yang lain, pernah menjadi polemik besar-besaran di tahun 2007 lalu dan sampai sekarang masih relevan yaitu adanya pengangguran dengan pendidikan yang cukup tinggi yaitu sarjana sebesar 400.000 orang (tahun 2007). Meskipun secara absolut jumlahnya cukup kecil tetapi penganggur sarjana ini merupakan fenomena yang cukup mengherankan sebab selama ini timbul anggapan di masyarakat bahwa karena merupakan ’’mahluk langka” maka sarjana akan gampang mencari kerja. Tetapi yang sekarang tidak seperti kata kata tersebut. Melihat dua fenomena pengangguran terdidik seperti itu, timbul pertanyaan: salahkah sistem pendidikan di negeri ini atau adakah faktor yang lain yang menjadi penyebab semua ini?

Mari kita renungkan bersama apakah akar permasalahan dari semua maslah ini, sudahkah kita berupaya maksimal dalam mengatasi tingginya angka pengangguran, sudahkah kita mau membantu mereka yang masih menganggur??? Semua jawaban ada pada kita semua yang bisa diselesaikan secara kolektif tidak bias secara individu. Selamat berjuang!!

Kompas
Kamis, 19 Februari 2009 | 15:25 WIB

Akhirnya Anda menerima panggilan untuk wawancara di sebuah perusahaan yang sudah lama Anda impikan. Awalnya Anda merasa excited, namun lama-lama berubah menjadi tegang dan panik. Baru memasuki gedungnya yang megah saja Anda sudah minder. Apalagi ketika bertemu dengan karyawan-karyawannya yang terlihat begitu sophisticated. Saat memasuki ruang wawancara, Anda ternyata dihadang lima pimpinan perusahaan. Wuaah… Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana mengatasi ketegangan ini?

Saya bertemu dengan calon karyawan lain yang penampilannya lebih elegan, dan terkesan lebih pintar.

Banyak orang yang menciut saat melihat penampilan calon lain. Biasanya Anda akan terpengaruh, bahwa ada calon lain yang lebih qualified, dan Anda tidak termasuk di dalamnya. Jangan terpengaruh oleh kekuatan nonverbal. Seringkali saat menghadapi pewawancara, mereka pun mendadak gemetar, bersalaman dengan lemah, dan menatap dengan pandangan kosong. Saat Anda memutuskan mendatangi kantor yang akan merekrut Anda, yakinkan bahwa pekerjaan ini adalah yang Anda inginkan, dan Anda memang memenuhi kriteria yang ditentukan.

Saya merasa tegang, dan pewawancara mengetahuinya.

Ini hal yang biasa, dan sesuatu yang memang diharapkan pewawancara. Pewawancara ingin tahu bagaimana Anda mengatasi kegugupan Anda. Asalkan Anda tidak kelewat nervous sampai mengacaukan wawancara Anda sendiri. Bila Anda punya waktu di saat lain, berlatihlah untuk melakukan wawancara. Lamar pekerjaan hanya untuk mengetahui situasi wawancaranya. Rasakan ketakutan yang Anda alami, dan bagaimana Anda mengatasinya. Lakukan evaluasi apakah ada kesalahan yang Anda lakukan atau katakan. Makin banyak interview yang Anda hadiri, semakin Anda terlatih untuk menghadapi pewawancara. Jangan biarkan lagi mereka membuat Anda takut.

Saya tahu akan diwawancara pimpinan perusahaan, dan khawatir tidak mampu menjawabnya.

Satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan yang akan merekrut Anda. Cari tahu dari rekan-rekan lain yang mungkin mengetahui kinerja perusahaan tersebut. Sebaliknya, tanyalah sebanyak-banyaknya saat Anda diberi kesempatan untuk bertanya.

Saya sudah mempersiapkan diri, namun saya tetap saja nervous dan tak bisa berpikir saat ditanya sesuatu.

Sering terjadi kita mendadak blank saat menerima pertanyaan tak terduga. Hal ini terjadi pada banyak orang. Anda tak harus langsung menjawab bila hal ini terjadi. Katakan pada pewawancara dengan jujur, Anda butuh waktu untuk memikirkan jawabannya. Cara lain adalah dengan meminta pewawancara untuk mengulangi pertanyaannya. Atau, Andalah yang mengulang pertanyaan tersebut untuk pewawancara. Siapa tahu memang Anda salah menangkap pertanyaannya. Sekaligus, tentunya, untuk mengulur waktu. Hal ini justru menunjukkan Anda cukup percaya diri, yaitu dengan meminta arah sebuah pertanyaan.

Saat diwawancara, saya menyadari bahwa pengetahuan saya memang terbatas. Apa yang harus saya katakan?

Jawablah dengan jujur dimana kemampuan Anda. Jangan “menjual” diri dengan menyampaikan hal-hal yang sebenarnya tidak Anda kuasai. Saat mulai bekerja nanti, Anda akan menyadari bahwa pekerjaan tersebut sulit Anda lakukan. Anda tak akan berkembang, dan selain itu perusahaan akan merasa tertipu dengan Anda.

Jawaban saya tidak memuaskan pewawancara.

Tariklah nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Jika sebuah jawaban yang bagus tidak memuaskan pewawancara, berikan jawaban lain sebaik yang Anda mampu. Kadang-kadang dengan mulai berbicara dapat membantu Anda kembali ke pokok permasalahan. Yang terparah memang jika Anda sama sekali tak mampu menjawab pertanyaan. Dalam hal ini, Anda sebaiknya bersikap jujur. Tanyakan apakah Anda dapat mengulang pertanyaan tadi di akhir interview. Hal ini menunjukkan inisiatif dan kepercayaan diri Anda.

Agromas on facebook.com

April 18, 2009

Ayo Gamagro Club, klik facebook.com, log in dan temukan Universitas Gadjah Mada, kemudian cari Agromas Pipo (Pusat Informasi dan Produk Agrobisnis).

met surfing…

find it…!

March 23, 2009

cak-masrur

Gelap dan Cahaya

March 23, 2009

Saat batinku terasa gelap
JiwaKu gelisah menanti fajar
Karena sepanjang memoriKu
Akan ada cahaya disaat fajar

Sementara malam masih panjang
Meski kabar kedatangannya sudah pasti
NalarKu terasa mampet

Aku ragu
Apakah esok fajar memerah akan datang
SeingatKu…hanya ada…gelap dan gelap…
Langit berkerundung mendung

(Pranacitra, 18 Maret 2009)

Untuk yang Tak Kubalas

March 23, 2009

Untuk yang Tak Kubalas

Bagaimana Kuberbalas jika Seseorang berharap akan segala kehangatan,

Namun tak sedikitpun ajarannya mendesakKu untuk menghangatkannya,

Jikalah benar risalahKu ini,

Rupakanlah dalam sebentuk nyanyianMu yang hanya terdengar untuk Kita

Namun jika tidak, biarkanlah mengalir untuk arti persahabatan saja,

Bagaimana Kubisa?

Karena Kau pun tlah mengerti.

(Intannisa, 01 Desember 2008)

Gemerlap konser Jogja

Pilu hati yang merintih oleh kisah bahagia persahabatan memang benar adanya,

Risalah yang nampak Kumenangkan bukan berarti dari ketulusan hati Mereka,

Namun, apa salahKu?

Jika semua yang Kuberi slalu kemunafikan yang Kuterima

Dan mungkinkah harus Kuciptakan balas?

Bahagia atau tangiskah yang harus Kupecahkan dan Kumenangkan?

Setidaknya kiranya tangis dan jerit perih ini

Tak mampu lagi menyeruak untuk ke permukaan tubuhKu.

(Intannisa, 12 Desember 2008)

Kicau Burung Sehabis Hujan

Pagi ini mentari enggan menilikKu kembali,

Gelapnya awan menggiring pelangi ’tuk tak hadir dalam citaKu hari ini,

Andai saja burung-burung di atas sana mau berbincang untuk awan,

Boleh ’kan Kupinta rintik hujannya melukis pelangi,

Dimana keelokan warnanya ’kan ciptakan harap mimpi,

Bersenandung dalam melodi hujan dan hari takkan sunyi,

Dan asaKu kembali terkuak hingga malu menyapaKu,

Di kemudian mimpi, cita, dan cintaKu.

(Intannisa, 12 Pebruari 2009)

Bunga Ranum

Bunga ranum yang terlampau elok untukMu memang milikMu dahulu,

Namun, lihatlah indahnya yang tersedu harum dalam renungnya yang bahagia, bukan ranum lagi tentunya,

Tapi tak sadarkah Kau sandaran di pundaknya gagah,

Dan mampu membuat Pangeran lamanya cemburu,

Begitulah sosok yang Kau lihat,

Saat risih mataMu melihat (Sang Pengecut),

Begitu pun lalu waktu menjemputnya hingga dongeng yang tak terlihat,

Tak mampu muncul dalam realitasnya sedikitpun,

Tak merasa malu menghadap puisi ini,

Menyentuh Gadis itu, hidup barunya, Sang Pengecut, Pangeran lama, dan Aku Pencipta puisi itu…

Parau kepedihan ini, lagu tergantungkan oleh sanjung, tanpa dusta yang kini menjadi sang bunga,

Bukan untuk siapa…tapi untukKu dan Kau…

Dan nirwana abadi itu takkan muncul,

Saat Kau terlelap dalam waktu yang Kau tinggalkan,

Begitulah kisahnya, harapKu tak terlintas pedih hatiMu.

(Intannisa, 13 Maret 2009)

Tak ada bisa menjamin hatiKu

Tatkala deburan ombak dan gelombang terus menghantam,

Mengikis bebatuan yang nantinya akan lapuk dan terbawa buih,

Hanya karang yang kuatlah yang terus tegak menghadang segala rintangan,

Ada DZAT YANG MAHABIJAK, penentu semua ikhtiar yang Kita lakukan,

Kesungguhan Kita dalam berikhtiar dan kepasrahan, ’kan membawa Kita menuju kesuksesan indah di sisi-NYA

(Intannisa, 14 Maret 2009)

Intannisa, adalah putri Jogja yang sedang menempuh belajar di Gadjah Mada dan mengikuti seabreg kegiatan dengan tanpa lelah. Selain penyair, Dia juga pecinta film.

Ketika…

March 10, 2009

Ketika…tangan-tangan anak harammu

Merengkuh tubuh indahmu

Engkau diam

Ketika…tangan-tangan anak sucimu

Menyentuh tubuh indahmu

Engkau geram

Ketika…suatu saat nanti

Tiada lagi tangan-tangan yang mau meraih tubuh indahmu

Gerangan apa yang akan Engkau lakukan?

Aduhai Engkau…


Sungguh aku tak tahu menahu

Kadang Engkau diam

Namun seringkali Engkau geram

Sungguh sebagai sebuah keanehan bagiku


Namun tak mengapa

Karena diam dan geramnya Engkau

Sungguhlah hanya imaji-imaji

Karena sesungguhnya Engkau tetaplah Ibuku

(AM. Ryanto, Sleman, 10 Maret 2009)

AM. Ryanto adalah seorang bungsu aseli Kroya, Cilacap, Jawa Tengah yang kini menekuni profesi sebagai jurnalis dan sekaligus agen buku dan majalah agrobisnis.